Mengenal Teknologi Bedah Laparoskopi: Operasi Minim Sayatan dan Cepat Pulih
Ditulis oleh: dr. Budi Santoso, Sp.B-KBD
16 October 2026
Waktu baca: 4 menit
Bedah laparoskopi memungkinkan tindakan operasi organ perut hanya melalui lubang sayatan kecil sebesar lubang kancing baju.
Di era kemajuan teknologi bedah modern, prosedur bedah terbuka konvensional dengan luka sayatan panjang kini semakin banyak digantikan oleh metode bedah minimal invasif atau laparoskopi.
Bagaimana Laparoskopi Bekerja?
Dokter bedah membuat beberapa sayatan kecil berukuran 0,5 hingga 1 cm di dinding perut. Sebuah kamera khusus (laparoskop) dengan pencahayaan terang dimasukkan, mentransmisikan gambar organ dalam beresolusi tinggi ke layar monitor operasi.
Keunggulan Bagi Pasien:
- Rasa nyeri pasca operasi yang jauh lebih ringan dibanding bedah konvensional.
- Kehilangan darah minimal dan risiko infeksi luka operasi sangat rendah.
- Bekas luka yang sangat kecil secara kosmetik.
- Masa rawat inap di rumah sakit lebih singkat (rata-rata 1-2 hari).
- Pasien dapat kembali beraktivitas kerja secara lebih cepat.
Bagaimana Laparoskopi Bekerja?
Dokter bedah membuat beberapa sayatan kecil berukuran 0,5 hingga 1 cm di dinding perut. Sebuah kamera khusus (laparoskop) dengan pencahayaan terang dimasukkan, mentransmisikan gambar organ dalam beresolusi tinggi ke layar monitor operasi.
Keunggulan Bagi Pasien:
- Rasa nyeri pasca operasi yang jauh lebih ringan dibanding bedah konvensional.
- Kehilangan darah minimal dan risiko infeksi luka operasi sangat rendah.
- Bekas luka yang sangat kecil secara kosmetik.
- Masa rawat inap di rumah sakit lebih singkat (rata-rata 1-2 hari).
- Pasien dapat kembali beraktivitas kerja secara lebih cepat.
Mengalami Keluhan Terkait Artikel Ini?
Konsultasikan keluhan medis Anda dengan dokter spesialis berpengalaman di RSKB Kartika Docta.
Buat Janji Online